CENDOL ELIZABETH REKOMENDASI TAJIL

Posted on November 9th, 2008 in Feature by aandry-neney
Oleh : ANDRI HASAN

di Bandung, masyarakat Bandung terbiasa memburu Cendol Elizabeth di Jalan Otto Iskandardinata yang terletak di depan Toko Sepatu Elizabeth. Bahkan, buka puasa di Bandung sering kali identik dengan Cendol Elizabeth. begitu Ramadhan tiba, sepanjang trotoar Jl. Oto Iskandardinata (OTISTA) ataupun Jl. Sudirman hingga Jl.Suryani dipenuhi pedagang Cendol Elizabeth. Kok Elizabeth ya? Padahal yang saya tau, Elizabeth di Bandung itu adalah nama toko tas. Ya, kata orang-orang sih memang tukang cendol itu pertama kali mangkalnya di depan toko Elizabeth. Kini, Cendol Elizabeth sangat terkenal.

Wuih, memang seger banget dan di-sunnahkan ketika buka Shaum (ifthor) diawali dengan yang manis-manis. Harganya ada yang Rp.5.000 ada yang Rp.10.000, (dalam plastik ukuran 1/4kg, ditambah enten dan santan, kalo per gelasnya Rp.2.000. Benar sekali terlihat bahwa Ramadhan membawa Rahmat. Begitu banyak yang jualan minuman, makanan, pakaian atau apa saja, dan semuanya rame, laris. banyak pedagang kecil yang banyak mengais rezeki di bulan suci ini.

ICIP DURIAN PAKE GAYA

Posted on November 9th, 2008 in Feature by aandry-neney

Oleh : ANDRI HASAN

Display-display durian-durian besar dan montok terlihat begitu menarik di sebuah kios seberang Cafe Bali di Jalan Martadinata. Buah-buah itu seperti melambai-lambai menyeret langkah untuk datang berkunjung dan mencicipi.

Papan besar di bagian atap bertuliskan Eat Durian With Style menyelipkan rasa penasaran seenak apa menu durian yang disediakan di tempat ini. Berharap menemukan menu durian lezat di panasnya Bandung siang itu. Mungkin saja ada tawaran lain kelezatan durian di samping es durian yang sudah populer.

Tempat ini berada di pelataran sebuah kantor. Serupa kios yang memanjang. Beberapa menu durian terpampang di dinding belakang. Durian-durian yang didisplay ternyata disimpan hanya untuk menarik perhatian pengunjung.

Eat Durian With Style. Menu seperti apa yang ditawarkan? Ada empat menu durian yang ditawarkan. Ice soup durian, durian cocol, es ketan durian juga ice blend durian. Harga-harganya berkisar antara Rp 10 ribu sampai Rp 12.500.

Kalau melihat dari gambar menu sepertinya begitu menggiurkan, terlebih ice soup durian yang sepertinya pas untuk sedikit mendinginkan tenggorokan. Maka menu inilah yang dipilih dengan harga satu porsi Rp 12.500.

Penyajiannya ternyata tidak terlalu menarik, jauh dari kesan menggiurkan. Satu mangkuk berisi satu butir durian yang disajikan dengan sedikit air, es batu, air gula lalu diguyur susu kental manis coklat.

Keistimewaannya hanya terletak pada duriannya. Durian montong dengan dagingnya yang tebal, kering, tidak terlalu lembek serta aromanya yang tajam dan khas. Selebihnya, ice soup durian ini tidak menawarkan rasa yang lebih. Campuran air gula, es batu dan susu coklat tidak memberikan rasa baru seperti yang dibayangkan sebelumnya. Menyantapnya pun hanya sekejap karena duriannya hanya sebutir.

Tapi jika anda penggemar durian, khususnya durian montong, sepertinya apapun racikannya akan selalu enak. Mungkin saja menu-menu lainnya menawarkan citarasa durian montong yang lebih menggoda. Mau mencoba?

KESMEK MOTOFREESTYLE JADI TONTONAN NGABUBURIT WARGA

Posted on November 9th, 2008 in Feature by aandry-neney
Atraksi dengan sepeda motor kini makin diminati oleh kawula muda. Bahkan pada waktu weekend terlebih lagi bulan Ramadhan, aksi freestyle telah menjadi agenda rutin mereka. Seperti halnya yang dilakukan Kesmek Motofreestyler club yang sering beraksi di parkir timur taman Tegallega. Aksi akrobat yang dilakukan membuat kekaguman dari masyarakat yang menontonnya. bermacam gaya bebas yang sebebas-bebasnya, ditampilkan oleh para free styler tetapi tidak terlalu kaku pada prinsip safety first. pasalnya mereka tidak takut gila-gilaan diatas motor dengan tanpa menggunakan perlengkapan penunjang safety, seperti pelindung kaki, lengan, helm, hanya saja kondisi motor yang harus prima.Sekitar pukul 4 sore hingga sebelum magrib, bertempat di area parkir timur taman Tegallega. Aksi free styler, seperti aksi stand no hand, wheelie, burn-out, rodeo, rolling stoppie, dll telah menjadi tontonan yang sangat menarik.

“Free style telah menjadi hobby kita dan tiada hari tanpa free style” ujar Indra, salah seorang freestyler. Sejumlah aksi yang mereka tampilkan biasanya dimulai dari gaya bebas yang mudah sederhana hingga sangat ekstrim. Latihan yang rutin, serta saling share diantara anggota free styler juga rutin mereka lakukan, hal ini demi meningkatkan kemampuan aksi style yang dimilikinya. Kawasan Tegalega ini merupakan kawasan ngabuburit warga kota Setiap Ramadhan tiba. Lingkungan yang teduh memang bisa membuat suasana hati ditengah panasnya cuaca Bandung, akhir-akhir ini.

Menjelang sore, kita bisa menemukan beragam aktifitas warga. Mulai dari sekedar kumpul-kumpul hingga kencan. Sebagian besar datang dengan menggunakan sepeda motor. Jumlahnya bisa ratusan. Biasanya, suasana mulai ramai sekitar pukul 5 sore atau 1 jam menjelang buka puasa. Kawasan ini sudah sejak lama dijadikan tempat untuk ngabuburit. Dan yang menjadi daya tarik sebenarnya adalah aksi berbahaya yang dilakukan sekelompok anak muda dengan sepeda motornya. Mereka menunjukkan kebolehan mereka dengan beragam gaya. Sebut saja staying atau menungging. Ketangkasan seperti ini membutuhkan keseimbangan ketika menginjak rem roda depan, dengan mendadak sehingga bagian belakang akan terangkat naik. Lain lagi dengan gaya willie atau jumping sambil berjalan. Mereka melakukannya dengan cara memperkuat tarikan gas sambil mengangkat roda. Ini membutuhkan rekan yang lain, untuk menjaga keseimbangan. Lain lagi real on clock atau berputar. Gaya ini harus menarik gas setinggi mungkin, sehingga menyebabkan sepeda motor berputar ditempat. Adegan ini tidak mudah dan perlu latihan yang cukup lama. Bahkan bagi mereka yang sudah terbiasa pun, harus melakukannya ekstra hati-hati.

Next Page »