PERBEDAAN ANTARA TUGAS DAN FUNGSI NEWS PRESENTER

Posted on November 30th, 2008 in ABOUT, Jurnalistik, broadcast by aandry-neney
Seiring dalam perkembangan pertelevisian serta kebutuhan audience dalam mengkonsumsi berita yang disajikan oleh stasiun TV berbeda-beda, ada sebagian masyarakat yang hanya butuh berita yang dibacakan saja, biasanya kelompok audiense ini para pejabat pemerintah, ibu rumah tangga. Namun ada pula kelompok audiense yang sangat kritis membutuhkan sisdi lain dari berita yang disuguhkan oleh divisi pemberitaan sebuah stasiun TV, rata-rata kelompok ini di dominasi oleh mahasiswa, politikus, anggota dewan dan masyarakat kecil. karena itu sebuah stasiun televisi membuat program pemberitaan yang berbeda, dari program yang berbeda-beda itulah muncul beberapa profesi yang muncul :

* News-reader, yaitu orang yang berprofesi sebagai pembaca berita, menjadi news reader merupakan profesi yang sangat enteng , karena dia hanya membacakan lead berita yang sudah sudah disusun. Dalam dunia modern, teknologi memungkinkan para jurnalis melakukan siaran langsung dari lokasi kejadian, sehingga mengurangi peran utama sang pembaca berita.

Contoh: para presenter MetroTV News Flash, presenter TV lokal

* News-caster, yaitu orang yang berprofesi sebagai pembaca berita, tetapi juga ikut aktif dalam pencarian berita. dia mencari berita sendiri, disusun sendiri, di-edit sendiri, trus dipresentasikan sendiri. News Caster adalah orang yang menyiarkan program berita dan ia juga bekerja sebagai jurnalis and ikut dalam peliputan berita atau produksi berita, yakni aktif ikut serta dalam membuat naskah berita yang akan dibacakannya. Istilah ini diperkenalkan di tahun 1980an untuk membedakan jurnalis aktif dari pembaca berita, jenis presenter berita sebelumnya.

Contoh: Prita Laura atau Gadiza Fauzi pas ngebawain, Meuthia Hafidz yang saat itu masih aktif di Metro TV, Guruku Tina Talisa (sekarang Host Apa kabar Indonesia Malam TV one) yang sebelumnya menjadi Wartawan Istana dan menjadi news presenter Reportase Trans TV. Dan Andri hardiansyah yang lebih dikenal dengan Ansdri Hasan news presenter PJTV(bandung local television)

* News-anchor, yaitu orang yang berprofesi membaca berita, tapi dalam acara tersebut dia juga memberikan improvisasi atau komentar pda berita yang dibacakannya, selain itu dia juga menghandle live-interview dengan format driven, atau ikut serta memberikan pelaporan langsung pada saat berita tersebut. News-anchor juga kadang-kadang ikut dalam perumusan script supaya script bisa disesuaikan dengan gaya pembawaan berita dia. Jangkar berita atau news anchor, adalah jurnalis televisi atau radio yang membawakan materi berita, dan sering terlibat memberikan improvisasi komentar dalam siaran langsung. Istilah ini utamanya dipakai di Amerika Serikat dan Kanada. Banyak news anchor terlibat dalam penulisan dan/atau penyuntingan berita bagi program mereka sendiri. News anchor juga mewawancara narasumber di studio atau memandu program diskusi. Banyak juga yang menjadi komentator dalam berbagai program berita.

Istilah anchor (juga anchorperson, anchorman, atau anchorwoman) diperkenalkan oleh produser CBS News Don Hewitt. CBS pertama kali memakainya pada 7 Juli 1952 untuk menjelaskan peran penyiar Walter Cronkite pada saat Konvensi Nasional Partai Demokrat dan Republik.

Suatu dogma umum di masyarakat mempersamakan antara “berita” dan “media berita” dengan “jurnalisme”, dan ini juga terbawa kepada para [news anchors] dan juga — yang mengasosiasikan tokoh media dengan jurnalis — serta menyisihkan para jurnalis atau wartawan media cetak. Dalam dunia media massa saat ini dan konsolidasi, news anchor cenderung dipandang masuk dunia infotainment dibanding masuk profesi jurnalisme. Namun ada juga ukuran yang menyatakan — sejumlah news anchor nasional di Amerika yang beperan sejak awal mula berita televisi umumnya memiliki latar belakang pengalaman di media cetak. Sejak itu, berita televisi berkembang menjadi suatu institusi terpandang, dan jurnalisme cetak dan televisi bisa dilihat sebagai saling mengisi dan melengkapi.

Perbedaan lain antara wartawan cetak dengan reporter atau penyiar berita televisi adalah kepribadian “manusiawi” atau human interest, yakni posisi selebriti yang biasa diarahkan oleh kepentingan pemasaran atau dasar demografi penonton untuk mendapatkan audience share. Biasanya penyiar berita atau anchor juga menjadi figur media dan sering dianggap sebagai selebriti. Stasiun televisi biasanya membutuhkan figur media ini untuk mempromosikan produk siaran seperti program (berita pagi, majalah berita televisi) dan juga promosi program lain disamping iklan. Kritikus memandang anchor menjadi titik lemah pemberitaan, karena terkadang mengurangi kredibilitas organisasi berita itu sendiri —jadi menggerus standar jurnalistik melalui peran bisnis mereka. (Lihat jurnalisme kuning.)

Contoh: Yang paling jelas sih ya Dalton Tanonaka ama Kania Sutisnawinata di Indonesia Now trus juga Randy Salim di Indonesia This Morning. Bayu Sutiono ama Nova Rini di Liputan 6 Pagi juga bisa dikategorikan seperti ini. Alvito d nova saat dia jadi Presenter kabar TV One

Jika melihat beberapa TV swasta yang Rata-rata siaran beritanya menggunakan News Anchor adalah TV One dan Metro TV, and PJTV also he…. sementara di station lain, didominasi oleh sistem reader. Hanya saja, sampai saat ini jarang deh ketiga sistem di atas diterapkan secara 100%.

Tidak mudah untuk menjadi reporter News ataupun News Anchor. Hal yang utama kalo lo pengen jadi Reporter atau News Anchor (khususnya) adalah lo harus seorang News Junkie. Entah itu menjadi syarat mutlak atau tidak, tapi kalo lo berada di dunia ini lo memang harus terus up date terhadap berita-berita yang beredar.

Tidak mudah menjadi seorang News Anchor sedikit orang yang berpikir bahwa wajah ganteng dan cantik bisa jadi seorang News Anchor. Padahal Wawasan serta kecerdasan dalam menganalisis berita adalah syarat utama yang harus dimiliki news anchor, setelah itu dipenuhi baru lah komposisi wajah, kalo ada yang terlihat timpang sedikit saja itu sudah mempengaruhi look di layar televisi. Yang pasti, bentuk muka oval sangat dicari. Selain karena Good looking bentuk wajah inilah yang tidak mengalami perubahan (camera face) baik in-Frame maupun Out-Frame.

Muncul pertanyaan, lalu bagai mana cara mengembangkan wawasan serta menjadi News Anchor yang handal? Ada beberapa cara yang bisa dilakukan :

1. Mempunyai News (jurnalis) Instinct yang kuat

2. Membaca, menganalisis serta menarik kesimpulan dari Issue yang sedang hangat.

3. tidak bersikap stereotif (cepat menyimpulkan )

4. Artikulasi harus diperhatikan (Tidak cadel dan tidak medok).

5. ekpresi harus menunjukkan percaya diri. Bahkan kalau bisa mempengaruhi pemirsa dengan cara mengkerutkan dahi atau tatapan mata yang tajam disesuaikan dengan berita yang disajikan, namun untuk opening, closing, iklan serta Feature dibawakan dengan smilyng voice.

6. Memahami tentang kondisi Sosio cultural Coverage area Stasiun TV

7. Pahami isu luar negeri hal ini dimaksudkan agar Nesw Anchor bisa memproyeksikan issue luar negeri, menjadi issu lokal maupun nasional

8. Kemampuan analisis yang tajam, serta bersikap kritis pada saat wawancara, maka hal ini bisa dilakukan dengan teknik wawancara devil advocat (nanti di bahas)

9. Memantapkan kembali motivasi untuk menjadi News Anchor.

artikel ini merupakan diterjemahan dari Wikipedi dan dikembangkan oleh andri hardiansyah

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

Pengenalan Proses Produksi Televisi

Posted on November 30th, 2008 in ABOUT, ARTIKEL DAN MAKALAH, GORESAN, Jurnalistik, Komunikasi, broadcast by aandry-neney


Oleh : DHIPA GALUH PURBA

Pengenalan proses produksi televisi adalah bagian dari mata kuliah Pengantar Ilmu Jurnalistik, terutama yang berkenaan dengan materi pengantar Jurnalistik Televisi. Tadinya saya sudah memikirkan bagaimana teknisnya mengajak para mahasiswa ke sebuah stasiun televisi lokal yang ada di Bandung. Tapi… Alhamdulillah, selalu ada jalan bagi para mahasiswa soleh (Amiiin), terutama Jurusan KPI (Komunikasi Penyiaran Islam) semester III, UIN Sunan Gunung Djati.

Singkat ceritanya, crew “Balada Sang Bintang” Trans TV memerlukan pengambilan gambar adegan di dalam kelas. Pada episode tersebut, menceritakan perjalanan “Sang Bintang” tokoh pelawak Sunda Bah Us-us. Dulu, memang Bah Us-us pernah kuliah di Fakultas Hukum UNPAS. Jadi, dalam napak tilas inipun, beliau mau menampilkan cerita “kuliah” lagi. Dalam adegan tersebut, tentu Bah Us-us memerlukan lawan main seorang dosen dan para mahasiswa. Namun, cerita itu harus realistis. Terutama mahasiswanya. Di Unpas, tidak semua mahasiswi mengenakan kerudung. Sedangkan di Jurusan KPI, semua akhwat pasti berkerudung. Sangat tidak mungkin menyuruh beberapa orang mahasiswi KPI membuka kerudung. Jadi, solusinya, saya mengontak Apriliyanti, mahasiswi Fikom Unpad untuk bergabung sementara di dalam kelas. April sehari-harinya belum mengenakan kerudung. Ingat ya, BELUM. Jadi, ada harapan esok-lusa April pun berkerudung. Selain itu, Apip Chatrix pun mengajak Melly, aktivis PPSS (Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda). Melly juga belum berkerudung meski hampir semua aktivis PPSS berjilbab.

Nah, dengan begitu, bisa nampak realistis. Dan saya pun harus memerankan dosen seorang ilmu hukum, tidak sebagai pengajar “Pengantar Ilmu Jurnalistik”.

“Ini dosen beneran?” tanya Krisna, presenter ‘Balada Sang Bintang’.

“Beneraaan!!!” para mahasiswa yang serentak menjawab, sebelum saya menjawabnya. Hanya sempat tersenyum sambil memikirkan materi kuliah untuk mahasiswa Fakultas Hukum. Tadinya sempat terbesit untuk menukar peran dengan dengan Andri Hardiansyah, yang tampangnya mungkin lebih meyakinkan jika memerankan tokoh dosen (Mas Prawoto Soeboer Rahardjo, sutradara terkemuka di Jakarta, pernah berkomentar tentang Andri: “Dia itu cakep kan, pasti bisa kalau jadi pemain, tinggal rambutnya aja yang diatur-atur”). Saya, sudah jelas, lebih enjoy menjadi pemeran tokoh antagonis. Atau apa mungkin memanggil Pak Enjang A.S. saja yang memerankannya, biar ada kumisnya. Tapi tidak ada waktu lagi, lagipula Pak Enjang sedang berdinas di luar kampus.

Wah, ternyata para mahasiswa KPI bisa diajak bermain acting meski belum pernah diajari seni peran. Bahkan tampak lebih natural, tidak terkesan dibuat-buat. Bah Us-us pun terlihat bisa bermain dengan enjoy bersama para mahasiswa KPI. Beracting itu memang harus wajar dan natural. Meski kita memerankan tokoh yang telah diatur oleh skenario, tetapi dalam beracting harus tetap memperlihatkan kewajaran dan natural. Hilangkan segala bentuk ambisi. Misalnya dalam hati tiba-tiba berkata “Ini kesempatan yang tidak boleh dilewatkan! Aku harus menonjol dalam setiap scene!” Nah, itulah penyakit yang berbahaya bagi seorang aktor. Sebab, tidak semua scene menjadi milik kita.

Untuk lebih memperkaya dalam memerankan tokoh, perlu mempelajari sosok dan sisik. Bukan karakter, tapi sosok. Lalu, apa yang dimaksud sisik? Contoh, ketika melukis ikan hiu, maka bayangan kita akan tertuju pada ikan hiu yang besar dan ganas, meski ukuran gambarnya kecil. Tapi, kalau saya tambahkan dengan sisik pada lukisan ikan hiu tersebut, maka hilanglah bayangan tentang kegagahan ikan hiu. Otomatis, kita akan membayangkan ikan kecil yang tidak ada apa-apanya. Jadi, untuk mewujudkan sosok, perlu melengkapinya dengan sisik yang sesuai. Sosok seorang polisi akan berbeda sisiknya dengan sosok seorang dokter. Bentuklah sisik sesuai dengan sosoknya. Jika tidak nyekrup, maka sosok yang diharapkan itu tidak akan tercapai.

Nah, jadi, yang terpenting, saya tidak usah berpikir lagi untuk ngabringkeun anak-anak mahasiswa ke stasiun televisi. Sebab crew “Balada Sang Bintang” yang justru berkenan memasuki kelas Jurusan KPI. Bukan hanya menyaksikan sebuah proses, melainkan turut terlibat di dalamnya, terlepas dari besar atau kecil keterlibatannya tersebut. Selain itu, para mahasiswa pun punya kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan pelawak Sunda yang icikibung di pentas nasional. Hasilnya? Yaaa… kita lihat saja bareng-bareng, kabarnya akan ditayangkan di layar TransTV, 4 Desember 2008, Jam 10.30 WIB. Thank’s to Krisna and the crew “Balada Sang Bintang” TransTV.***

sumber : http://galuh-purba.com/balada-sang-maestro-lawak-bah-us-us/
http://kopinet.info/pengenalan-proses-produksi-televisi/

Online statusYM di blog

Posted on November 28th, 2008 in ARTIKEL DAN MAKALAH by aandry-neney

Tampilkan Status Online YM

06.21.2007 by Hakimtea in Tutorial

Pemilik blog atau website bisa menampilkan status online yahoo messenger dengan memasukan kode html di element html tambahan. Jadi pengunjung blog Anda bisa melihat apakah Anda tengah online atau tidak.

If you have a website or blog, you can provide an easy way for your visitors to get in touch with you over Yahoo! Messenger. To display an online presence indicator (OPI) badge, all you need to do is drop a little bit of code into your webpage. Then when visitors come to your site, they’ll see a badge displaying your online status, even when you’re signed out of Yahoo! Messenger.

Cara menampilkan status online yahoo mesenger gampang saja, Anda tinggal mencopy sedikit kode dibawah ini dan mengganti ID YM saya (dri_103) dengan ID YM Anda, (Perhatian: ada dua ID YM yang harus Anda ganti):


Status YM

Anda bisa memilih tampilan status onlinenya seperti,

t=0

t=1

t=2

t=3

t=4

t=5

t=6

t=7

t=8

t=9

t=10

t=11

t=12

t=13

t=14

t=15

t=16

Dengan mengganti kode t=2 pada kode html di atas dengan kode pilihan Anda.

Silahkan dicoba!

sumber : Hakimtea™

http://hakimtea.com/tutorial/tampilkan-status-online-ym/#comment-9747

Next Page »